Jumat, 15 April 2016

Kain Tapis Lampung

Mar-31-2009 By lili
http://lili.staff.uns.ac.id/


Berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa terbentuknya kain tapis Lampung melalui tahapan dan periodisasi waktu yang panjang. Dalam proses perjalanannya terjadi berbagai penyempurnaan, baik dari aspek teknik dan keterampilan pembuatan, bentuk motif yang diterapkan, dan metode penerapan motif pada kain dasar tapis, menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman.
Perjalanan sejarah perkembangan terbentuknya ragam hias, kain tapis Lampung mendapat berbagai pengaruh kebudayan lain, seiring dengan terjalinnya kontak, interaksi, dan komunikasi masyarakat adat Lampung dengan kebudayaan luar. Kebudayaan yang memberikan pengaruh pada pembentukan gaya seni hias kain tapis antara lain, kebudayan Dongson dari daratan Asia, Hindu-Budha, Islam, dan Eropa.
Melalui proses yang panjang, akulturasi terjadi antara unsur-unsur hias kebudayaan asing dengan unsur-unsur hias lama. Unsur-unsur asing yang datang tidak menghilangkan unsur-unsur lama, akan tetapi semakin memperkaya corak, ragam, dan gaya yang sudah ada. Berbagai kebudayaan tersebut terpadu dan terintegrasi dalam satu konsep utuh yang tidak dapat dipisahkan dan melahirkan corak baru yang unik dan khas.
Nilai estetis kain tapis menyatu dalam beberapa azas dan ketentuan, yaitu (1) azas kesatuan organis, (2) azas tema atau konsep, (3) azas keseimbangan, (4) azas bertingkat, (5) azas kerumitan, dan (6) azas kesungguhan.
Kain tapis bagi masyarakat adat Lampung memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian yang dapat melindungi pemakainya dari segala kotoran dari luar. Selain itu dalam pemakaiannya kain tapis juga melambangkan status sosial pemakainya. Makna simbolis kain tapis terdapat pada kesatuan utuh bentuk motif yang diterapkan, serta bidang warna kain dasar sebagai wujud kepercayaan yang melambangkan kebesaran Pencipta Alam. Kain tapis merupakan pakaian resmi masyarakat adat Lampung dalam berbagai upacara adat dan keagamaan, dan merupakan perangkat adat yang serupa pusaka keluarga.
Terkait dengan pemerintahan adat, masyarakat Lampung yang beradat Pepadun memakai sistem kepunyimbangan berdasarkan garis keturunan laki-laki (matrilineal). Pada masyarakat Lampung Pepadun tingkatan punyimbang ada tiga, yaitu: (1) punyimbang marga atau paksi yang membawahi tiyuh (kampung), (2) punyimbang tiyuh yang membawahi beberapa suku atau bilik, dan (3) punyimbang suku yang membawahi beberapa nuwow balak (rumah adat). Susunan masyarakat yang bertingkat-tingkat mengkondisikan adanya aturan yang mengatur pemakaian kain tapis sebagai busana adat yang menyesuaikan status sosialnya dalam  masyarakat. Aturan yang berlaku tersebut juga disertai hukuman atau sanksi adat (cepalo) bagi anggota masyarakat yang melanggarnya.
Dalam rentang perjalanannya, kain tapis tidak hanya menunjukkan suatu proses kontinum kelangsungannya, tetapi juga menampakkan terjadinya perubahan dan pengembangan dalam banyak aspek, seperti pada aspek fungsinya kain tapis berubah dari benda sacral yang terkait erat dengan adat dan kepercayaan masyarakat Lampung berubah menjadi benda profan dan sekuler yang berfungsi untuk komoditi pasar. Pada aspek produknya kain tapis tidak hanya berupa kain sarung adat, tetapi sudah mengalami modivikasi dan diversivikasi sehingga tercipta berbagai produk seni kerajinan kain tapis seperti, busana pesta, busana muslim, hiasan dinding, kaligrafi, partisi ruangan, perlengkapan kamar tidur, tas, dompet, kopiah, tempat tisu, dan sebagainya.
Pada aspek bentuk motif yang diterapkan tidak terjadi perubahan frontal, secara umum bentuk motifnya masih sama hanya terjadi perubahan seiring perubahan bentuk produk yang disertai pengembangan, modivikasi, variasi, penyederhanaan, dan sedikit penambahan. Perubahan signifikan terjadi pada penghilangan makna simbolis-filosofis yang terkandung di dalamnya. Motif kain tapis sekarang hanya dilihat dari aspek keindahannya semata.
Perubahan yang terjadi pada kain tapis Lampung terjadi seiring dengan perubahan masyarakat pendukungnya, seperti adanya interpretasi dan persepsi masyarakat Lampung terhadap kain tapis, keterbukaan masyarakat lampung terhadap berbagai inovasi, ide-ide, dan kreasi baru yang tercermin pada sifat dan watak nemui nyimah, dan nengah nyappur. Kecintaan, keinginan, dan sikap progresif para perajin kain tapis yang didukung bakat seni dan keterampilan teknik yang diturunkan generasi sebelumnya untuk melestarikan, mempertahankan, dan mengembangkan seni kerajinan kain tapis.
            Faktor eksternal yang mendorong terjadinya perubahan seni kerajinan kain tapis Lampung, selain berkembangnya dunia pariwisata daerah Lampung adalah adanya lembaga atau institusi pemerintah maupun swasta di Lampung yang berusaha mengembangkan seni kerajinan kain tapis dengan melakukan berbagai usaha, seperti program pelatihan, penyuluhan, dan pembinaan untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis, jiwa kewirausahaan, maupun manajemen usaha para perajin kain tapis. Pemerintah juga telah mengambil kebijakan penting dengan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan memberikan kemudahan dalam bidang produksi, permodalan, distribusi, dan pemasaran.
Pembubaran lembaga adat Lampung (kepunyimbangan) oleh pemerintah juga ikut mendorong perubahan yang terjadi pada kain tapis. Dengan berubahnya struktur pemerintahan, maka lembaga dan organisasi sosial dalam masyarakat adat tidak lagi memiliki legitimasi. Lembaga adat (kepunyimbangan) yang berfungsi sebagai pagar sekaligus kontrol dalam rangka melindungi stabilitas atau equilibrium masyarakat tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Namun akan lebih baik seandainya keputusan pemerintah tentang penghapusan lembaga adat ditinjau kembali, karena adanya lembaga tersebut akan semakin memperkokoh eksistensi kain tapis Lampung.
Selain dampak sosial budaya yang berhasil melestarikan dan mempertahankan kelangsungan seni kerajinan kain tapis, perubahan yang terjadi pada kain tapis juga mempunyai dampak sosial ekonomi. Dampak perubahan kain tapis dari aspek ekonomi sudah jelas pada meningkatnya penghasilan para perajin. 

Soal Mid Test

Mar-31-2009 By lili
Tita untuk Farida Wardhani
Saat ini, aku hanya ingin menceritakan tentang salah satu pameran tunggal yang membuatku merasa terpukul. Waktu melihat karya seniman China, Zhang Peng, kelahiran 1981 tinggal di Beijing dan kebetulan sedang berpameran di galeri “Art Seasons” The Box-Singapore.
Karyanya berupa foto-foto yang dicetak dengan ukuran yang lumayan besar. Di dalam karya-karyanya, seorang anak perempuan (konon, usia empat tahun), yang bukan saja rata-rata didandani pakaian formal perempuan dewasa, bahkan ada yang didandani menggunakan gaun pengantin dan mahkota, ukuran orang dewasa. Sehingga ia tampak seperti sudah gadis, walaupun jelas, ia demikian belia. Dengan pemerah bibir dan pewarna, kelopak mata, kemerahan, belepotan. Di mulutnya, bagai bibir berlipstik yang telah dilumat. Dan disekitar kelopak matanya sedemikian rupa hingga jadi tampak memar.
Suasana yang dibentuk di dalam karya itu, begitu dramatis. Drama dalam bingkai itu, diciptakan dari detil-detilnya. Anak itu menggunakan pakaian sekujur panjang perempuan dewasa, hingga sisa gaun dari tubuhnya yang mungil, dibiarkan menjuntai jauh ke bawahnya, lebih dari dua kali melampaui ketinggian anak itu sendiri. Dari sisa gaun yang tak terisi tubuh anak itu, meninggalkan kekosongan. Tetesan, cairan menggenang, sapuan, percikan ataupun belepotan dari warna merah, mengingatkanku pada warna darah.
Tergeletak di atas sofa yang begitu besar untuk ukuran tubuhnya. Dalam beberapa foto, sofanya dilapisi kain berbulu. Kain berbulu, bagi orang sepertiku yang tinggal di negara tropis, lebih terbiasa dengan suhu yang lebih panas ketimbang dinginnya salju, jadi begitu artifisial. Begitu dibuat-buat. Tampak berlebihan dan palsu (begitupun jika hadir di Singapura, aku kira kurang lebih sama panas suhu udaranya dengan Indonesia). Dengan warna-warna jambon, maupun ragamnya, hingga merah hati.
Lilitan perhiasan yang biasa digunakan orang dewasa. Atau menggunakan baju balet putih dengan sepatunya yang berwarna merah, tengah duduk kelelahan. Berkaus pendek dan tengah terendam dalam bak mandi dengan air setengah badan. Dalam air merah pekat dengan tubuhnya tampak telanjang sebatas ketiak. Punggung telanjang dengan goresan merah bagai bekas pecutan. Dalam taburan kelopak mawar merah dengan tubuh yang agak mengambang. Atau lain gambar, dengan butiran mutiara palsu berwarna abu ataupun agak kejinggaan. Dan yang paling kacau, menurutku, ketika perutnya menggelembung seperti tengah hamil matang disandang tubuhnya yang masih kerempeng, berdada rata, masih jauh dari sebutan cukup umur.
Pada diri gadis mungil itu, kurasakan, kelelahan mental yang sangat. Apa yang terjadi dengannya, sangat mungkin adalah pemanfaatan atas kelemahannya. Pemanfaatan yang seperti ini, kukira, hanya bisa diciptakan oleh orang-orang dewasa, yang jauh lebih tua dan lebih kuat darinya. Tapi masalah dalam karya ini adalah: anak itu seolah mau melakukannya. Karena sikapnya yang begitu sempurna sebagai model, seolah bersedia terus-menerus berpose dengan berbagai cara, dan dia sungguh-sungguh, luar biasa, tampak kuat seolah menantang permintaan apapun yang datang kepadanya, dan dia seolah benar-benar melakukannya. Tidak ada perlawanan dan penolakan karena semuanya terlihat, bahwa dia, siap dengan segala risikonya. Apa adanya. Seperti semua itu bagian pekerjaan yang semestinya harus dia lakukan.
Di dalam seluruh karya itu, bola mata si gadis diperbesar, seperti setengah tercengang dengan tatapan mata ‘tak bersalah’, tampak polos, seolah pasrah tapi juga tegar, bagai tak mengerti tapi menantang, tampak lemah walau lebih dekat dengan menyebutnya tabah.
Seolah tengah menatap aku, tapi juga tidak sungguh melihat aku. Tatapannya seolah menembus yang dilihatnya. Nyaris seperti perasaan yang kudapat dari mata Monalisa-nya Da Vinci. Tapi tidak juga persis demikian. Walau sama-sama menerawang. Ada hal mendasar yang membedakannya. Tatapan orang dewasa dan tatapan yang datang dari bola mata anak-anak. Tatapan orang dewasa lebih menyatakan kepadaku bahwa itu adalah pilihan, kalaupun salah. Sedangkan tatapan menerawang anak ini, lebih tampak seperti tuduhan, bukan pernyataan.
Di dalam diriku—manakala menyaksikan anak itu dalam gambar—seluruh bagian tubuh terasa akan segera meledak. Berusaha menahan diri untuk tidak berteriak-teriak, dan ingin berkelahi dengan siapapun yang melakukan hal itu pada gadis semungil itu. Aku ingin bertengkar dengan keadaannya. Aku merasa peristiwa itu nyata di depan mata kepalaku sendiri. Dan aku merasa siap jadi pembunuh untuk orang yang memaksa gadis itu bertindak demikian. Aku tak percaya bahwa hal itu yang sesungguhnya diinginkan gadis kecil itu. Aku sungguh marah, terlebih pada diri sendiri, kenapa kesan yang kudapat dari melihat karya itu begitu menohok hati dan kepalaku begitu dalam. Keadaan anak itu seolah nyata dan ada seperti dalam foto-fotonya. Aku merasa terpukul habis-habisan.
Aku gelisah. Kemarahan dan keterkejutan menghantamku berjam-jam sesudahnya. Sialan!!! Karena, aku hampir yakin bahwa keadaan yang dia alami bukan pilihan. Pilihan adalah beberapa jalan yang tersodorkan dari kemungkinan- kemungkinan.
Tapi aku harus sadar bahwa itu foto rekayasa. Sebuah foto biasanya dianggap realitas sebenarnya. Merekam kejadian nyata. Menghentikan sebuah peristiwa. Kurasa Zhang Peng memanfaatkan keyakinan banyak orang terhadap media foto tersebut. Jika dia menggunakan medium lainnya, misalnya lukisan, mustahil akan menghasilkan efek yang sama seperti yang kurasakan. Dan karenanya, menurutku, itu adalah pilihan medium yang tepat dalam memahami kesadaran dan ketidaksadaran kolektif masyarakat atas sebuah medium.
Rasa tertohok dan terpukul itu kemudian redam ketika melihat katalognya di galeri. Walaupun katanya terbatas dan sedang dicetak-ulang (mungkin kalaupun beli pasti mahal karena tampak mewah). Terus-menerus aku berpikir bagaimana cara mendapatkan katalognya. Aku sungguh terganggu dengan karya ini. Dan aku ingin menyelesaikan persoalan dalam kepalaku ini. Sudah tengah malam. Tapi aku harus mendapatkan katalognya, untuk menyelesaikan persoalan dalam diriku sendiri. Andai pun harus membeli, pasti kuusahakan. Syukurlah ternyata aku akhirnya mendapatkan katalog itu tanpa membayar.
Katalog itu sebenarnya, menurutku, dirancang dengan buruk. Menurutku ia dibuat, disusun, dan ditata dengan warna latar belakang dan bahan sampul yang berlebihan. Sampulnya dilapisi beludru hitam. Pinggirannya setiap lembar di dalamnya berwarna keemasan. Tiap halamannya, yang cukup tebal bisa untuk sampul sebuah buku, menggunakan ornamen atau corak warna coklat di atas dasar hitam, agak gelap, dilapisi hingga kemilau. Di antara halaman diselipkan kertas-kertas pembatas, untuk sementara karena bisa dibuang, supaya tidak lengket saja permukaan halaman itu satu dengan yang lain, takut nanti gambarnya rusak. Kalau mau melihat setiap halaman dengan baik, kertasnya pembatasnya harus digeser agar tak menutupi, lalu harus dikembalikan lagi dalam posisi semula, merepotkan. Belum lagi jenis huruf yang digunakan di sampul (bahkan tiap halaman, judulnya, menggunakan jenis huruf yang sama) seperti jenis huruf pada film horor, huruf meleleh (apalagi) dengan warna emas di sampulnya yang beludru hitam itu. Semua bagian menjadi penting, bahkan untuk hal-hal yang tak perlu.
Sebagai katalog, ia tidak mencerminkan pikiran bahwa hanya karya-karya saja yang utama, yang penting untuk ditampilkan duluan. Katalog, yang hampir semua bagiannya ditonjolkan sama kuat dan detil-detilnya jadi tanda yang dipentingkan, membuatku lelah karena menuntut terlalu banyak perhatian. Sampai ke per sekian milimeternya minta diperhatikan. Bukan hanya gambar dan tulisannya saja, tetapi menjadikan katalognya secara keseluruhan, minta agar diperlakukan sama dengan karya-karyanya. Sebagai benda yang berfungsi mendokumentasikan sebuah peristiwa, yakni karya dalam sebuah pameran, ia terlalu berlebihan menuntut orang.
Bagaimanapun, katalog ini penting untuk tambahan catatan di kepalaku. Mengamati dengan lebih teliti karya, satu demi satu, lagi dan lagi, dengan pikiran dan hati lebih tenang, mencoba terbuka dan bisa melihatnya dengan berbagai kemungkinan yang aku mampu, agar aku lebih sadar membaca detail karya dengan hati-hati. Memberikan toleransi, kesempatan mengambil jarak terhadap karya, dalam diri sendiri.
Persepsiku atas karya Zhang Peng seperti yang kukemukakan tadi, sangat mungkin tidak sama dengan persepsimu ketika melihat hal yang sama persis terjadi di depan matamu. Dan juga, mungkin, buat orang- orang lainnya.
Aku yakin, melihat, menelaah, mengkaji, dan mengupas suatu karya dan peristiwa tidak akan pernah merupakan kegiatan yang objektif. Menurutku, orang hanya bisa melakukannya sesuai dengan apa yang dimilikinya: sesuai dengan sejarah, pengalaman dan pengetahuannya. Karena dia bukan kegiatan yang objektif, tentu saja hasilnya pun sangat mungkin berbeda atau berlainan, sama seperti berbedanya sejarah, pengetahuan, dan pengalaman kita masing-masing.
Yang menggelisahkanku, Farida, sekarang ini banyak orang memaksakan pikirannya. Mereka tidak menghargai pilihan, menolak keberagaman, dan dengan begitu menurutku mereka mau mengingkari perbedaan pengalaman, sejarah, dan pengetahuan kita masing-masing.
Selama ini aku percaya bahwa kebebasan manusia berada pada imajinasinya, berada pada kegiatan berpikirnya, manakala ia menggunakan akalnya, manakala ia membaca nalarnya dan mendengar nuraninya. Maka kalau itu dirampas, jadi berbahaya bagi kemungkinan lahirnya pikiran yang sangat mungkin berguna bagi kita.
Farida, sepertinya aku sudah terlalu jauh berbicara. Ini hanya sebuah pikiran. Yang mungkin harus aku pikirkan lagi. Dengan senang hati jika kamu mau berbagi.
salam,

art deco

Mar-17-2009 By lili
Art Deco berkembang pada tahun 1920 – 1939, namanya diperoleh dari Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes, sebuah eksibisi yang berlangsung di Paris pada tahun 1925. Seni ini pertama kali dimulai oleh seniman Perancis ( Paris ) yang telah berekperimen selama beberapa tahun untuk menciptakan seni ini. Setelah perang dunia pertama, orang- orang menginginkan modernisasi, gaya yang fungsional untuk furniture, perhiasan dan objek- objek dekoratif mereka.
Art Deco mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fashion, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Kumpulan Cerpen Persahabatan Terbaru 2016 - UpdateSetiapHari



Cerpen Persahabatan - Dalam persahabatan yang paling dibutuhkan adalah kedekatan emosional antara masing-masing individu sehingga menghasilkan pengertian pengokoh ikatan persahabatan. Untuk memupuk kedekatan emosional itulah kita harus sering melakukan berbagai macam kegiatan yang positif bersama sahabat kita, seperti menonton film favorit, memasak juga mungkin berkebun. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada beberapa treathment yang dibutuhkan guna memupuk persahabatan yakni mengingat hari-hari spesial persahabatan anda, dan jangan lupa memberikan sesuatu di hari psesial tersebut. Bukan pemberian yang mahal, karena apapun pemberiannya sahabat kita pasti akan menghargainya. Cerpen Persahabatan bisa menjadi salah satu contoh pemberian sederhana yang cukup menyentuh. Anda bisa menuangkan pengalaman pribadi anda bersama sahabat ke dalam kata-kata indah yang akan membuat sahabat ansa semakin menyayangi anda.

Tetapi memang Cerpen Persahabatan bukan sesuatu yang mudah untuk dibuat, karena tidak semua orang berbakat memainkan kata-kata. Untuk anda yang memang tidak terlalu berbakat membuat cerpen anda tisak perlu susah-susah memikirkan dari mana anda akan mendapatkan cerpen, karena kami datang sebagai penyelamat anda. Di bawah ini kami persembahkan kumpulan Cerpen Persahabatan spesial untuk anda dan sahabat anda. Berikut ulasannya :


1. TEMAN PERTAMA DI HIDUPKU
Karya Sri Ayu
Aku hanya tertududuk terdiam menundukan kepalaku, ya... seperti ini lah kehidupanku disekolah yang menurutku sangat kejam ini...Baca Selengkapnya...
2. SAHABAT JADI CINTA
Karya Raswati Dini Rahayu
Bel sekolah pun berbunyi tanda masuk kelas, aku masuk ke kelas dengan sahabatku yang bernama iqbal. Dia itu teman aku sejak kecil, ...Baca Selengkapnya...
3. BIBIR SENJA
Karya Sulkhan Khoiri
Aku rindu pada bibir senja, adakah ia kan hadir kembali setelah sekian hari ia tak pernah aku jumpai. “widia” dialah sahabatku yang biasa ku tulis dalam diariku bibir senja...Baca Selengkapnya...
4. REAL FRIEND
Karya Regina Natalina Naomi
Aku tidak tahu, sungguh. Ini mustahil. Aku tidak melakukannya! Aku bukan pelakunya....Baca Selengkapnya...
5. SAHABATMU
Karya Amalia Hasyim
Di penghujung hari, aku berdiri di depan jendela kamarku yang sengaja kubuka sembari memandang bintang yang tidak pernah lelah menghias malam....Baca Selengkapnya...
6. KETIKA WAKTU TELAH BERLALU
Karya Adeline Suriadi
Aku memandangi kamar ini untuk kesekian kalinya. Yang tergambar dalam benakku sangatlah jelas dan tidak berubah....Baca Selengkapnya...

7. PENGORBANAN TERINDAH UNTUK ANGGUN
Karya Lusi Parwini, Ni Putu
“Ra, Dara kamu dimana? Katanya kamu bawa kejutan buat aku.”Ujar Anggun, gadis tuna netra yang mencari seseorang yang baru saja bersamanya....Baca Selengkapnya...
8. KENANGAN PERAHU SENJA
Karya Sinta
Ombak berkejaran meraih pantai nyaris menyentuh pesisir. Tiada lelah tiada kesah. Ribut bergemuruh sepanjang hari tanpa henti.....Baca Selengkapnya...
9. BOLOS SEKOLAH
Karya Ilham Afie Fadhlillah
Adzan Maghrib pun berkumandang. Fikri segera melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama Ibunya.....Baca Selengkapnya...

10. INDAHNYA CINTA DAN PERSAHABATAN
Karya Laila Novi Kusumawati
Pagi hari, yang cerah. Semua masih sama seperti biasanya. Namaku masih tetap Laila, masih tetap duduk di kelas 9...Baca Selengkapnya..

Tindak kejahatan bermula dari perilaku bullying saat remaja

Reporter : Kun Sila Ananda | Sabtu, 18 Mei 2013 14:39

Tindak kejahatan bermula dari perilaku bullying saat remaja
http://www.merdeka.com/sehat/tindak-kejahatan-bermula-dari-perilaku-bullying-saat-remaja.html

Ilustrasi bullying. ©Shutterstock.com/Twin Design
Merdeka.com - Remaja yang senang mengganggu dan melakukan bullying pada temannya diketahui memiliki kecenderungan untuk melakukan tindak kriminal saat mereka dewasa, ungkap sebuah penelitian.
Peneliti di UT Dallas menganalisis lebih dari 400 data pria yang dikumpulkan dalam beberapa dekade. Mereka semua memiliki latar belakang ekonomi yang sama dan latar belakang sosial keluarga yang hampir sama. Para partisipan kemudian diikuti sampai mereka berusia 50 tahun.
Hampir 50 persen pria yang mengaku melakukan bullying pada masa remaja diketahui terlibat dalam beberapa jenis aktivitas kriminal, seperti pencurian, perampokan, atau lainnya ketika mereka dewasa. Hasil ini didasarkan pada penelitian pada Journal of Youth and Adolescence.
"Kami juga menemukan bahwa pria-pria ini lebih mungkin menjadi penjahat kambuhan atau melakukan tindak kriminal dalam tingkat yang lebih tinggi," ungkap peneliti Alex Piquero dalam press release UT Dallas, seperti dilansir oleh US News (17/05).
Beberapa faktor risiko yang membuat remaja rentan melakukan tindak bullying juga bisa digunakan untuk memprediksi aktivitas kriminal ketika dewasa. Beberapa faktor di antaranya adalah nilai mata pelajaran dan performa yang buruk di sekolah, sifat impulsif, penjagaan yang kurang dari orang tua, adanya masalah dalam keluarga, serta kondisi keluarga dan lingkungan yang buruk.
Penelitian juga menunjukkan bahwa tindakan sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah anak melakukan bullying pada anak lainnya. Hal ini bisa mengurangi kecenderungan mereka melakukan tindak kriminal saat dewasa.

Biografi B.J Habibie

Advertisement
Biografi B.J Habibie
http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html
Biografi B.J Habibie - Banyak orang mencari mengenai kisah, profil atau biografi singkat B.J Habibie. Dia adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia dan juga Presiden ketiga Republik Indonesia, dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak.

Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie.

Karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Masuk ITB dan Kuliah di Jerman
Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain.

Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
B.J Habibie ketika Memberikan Ceramah
Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman.

Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya.

Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Rumus Faktor Habibie
Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Dari tempat yang sama tahun 1965.

Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
B.J Habibie dan Nyonya Ainun Habibie
Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita.

Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

B.J Habibie Kembali Ke Indonesia
Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3.

Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.
....Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka!
Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB.

Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.
....Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya...saya mau kasih informasi, Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu" Papar BJ Habibie.

Laskar Pelangi (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Laskar Pelangi
Laskar Pelangi film.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi_(film)
Sutradara Riri Riza Produser Mira Lesmana Penulis Salman Aristo
Riri Riza
Mira Lesmana Berdasarkan Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata Pemeran Cut Mini
Ikranagara
Slamet Rahardjo Djarot
Mathias Muchus
Teuku Rifnu Wikana Musik Titi Syuman
Aksan Syuman Distributor Miles Films
Mizan Production Tanggal rilis 26 September 2008 Durasi 125 menit Negara Indonesia Bahasa Bahasa Indonesia Anggaran Rp 8 miliar Diikuti oleh Sang Pemimpi Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 26 September 2008. Film Laskar Pelangi merupakan karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis naskah film Ayat-Ayat Cinta dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Hingga Maret 2009, Laskar Pelangi telah ditonton oleh 4,6 juta orang[1], menjadikannya film terbanyak ditonton di Indonesia keempat, setelah Jelangkung dengan 5,7 Juta, Pocong 2 dengan 5,1 Juta, dan Ada Apa Dengan Cinta dengan 4,9 Juta.[2]
Sang Pemimpi merupakan film kedua yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata. Mira sendiri tak berani memasang target bahwa film ini harus melampaui prestasi yang telah diraih film Laskar Pelangi, yang telah ditonton oleh 4,6 juta orang. "Kita enggak berani memasang target, karena penonton kita memang sulit ditebak. Tapi, tetap kita akan mencoba berbuat yang terbaik," ujarnya. (EH)
Untuk mencari pemeran tokoh-tokoh anggota Laskar Pelangi, Riri Riza melakukan casting di daerah Belitung dengan menggunakan pemeran-pemeran lokal dalam pembuatan film. Film ini juga diambil di lokasi yang sama, Pulau Belitung. Film ini memadukan 12 aktor Indonesia yang dikenal dengan kemampuan akting mereka dengan 12 anak-anak Belitung asli yang bertalenta akting.
Film ini juga ditayangkan di stasiun televisi Trans7.

cara mengatasi pms




10 Cara Mengatasi Gejala PMS

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Sabtu, 23 Maret 2013
http://tabloidnova.com/Kesehatan/Wanita/10-Cara-Mengatasi-Gejala-Pms
Foto :

"Ilustrasi "
1. Olahraga
Berolahragalah untuk membantu meningkatkan mood dan melawan kelelahan yang Anda rasakan. Untuk mendapatkan manfaatnya, berolahragalah secara teratur, tidak hanya ketika gejala PMS muncul. Lamanya berolahraga 30 menit setiap hari.
2. Diet Kaya Vitamin B
Makanan yang kaya vitamin B dapat membantu melawan PMS. Dalam satu studi, peneliti mengikuti lebih dari 2.000 wanita selama 10 tahun. Mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan tinggi tiamin (daging babi, kacang brasil) dan riboflavin (telur, produk susu) lebih kecil kemungkinannya mengalami PMS.   Anda tidak akan mendapatkan manfaat yang sama jika hanya memenuhi asupan vitamin B melalui suplemen.
3. Ubah Suasana Hati
Bagi banyak wanita, bagian terburuk dari PMS adalah suasana hati yang tak menentu. Menjelang menstruasi, wanita kadang merasakan iritabilitas, mudah marah, menjadi cengeng dan mudah menangis, depresi, dan kecemasan yang datang dan pergi. Beberapa wanita bahkan memiliki masalah dengan memori dan konsentrasi selama waktu ini.   Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian Anda dari bad mood.

 4. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks, seperti roti gandum dan sereal, mengandung banyak sekali serat. Mengkonsumsi banyak serat bisa menjaga gula darah, juga mengurangi perubahan suasana hati yang negatif dan ngidam. Produk gandum juga mengandung vitamin B, tiamin, dan riboflavin.

 5. Hindari Makanan Ini
Untuk mengurangi gejala PMS, Anda bisa menghindari beberapa jenis dari makanan ini:
 -    Garam, dapat meningkatkan kembung.
-    Kafein, dapat menyebabkan iritabilitas.
 -    Gula, dapat membuat hasrat buruk.
-    Alkohol, dapat mempengaruhi suasana hati.
6. Obat Penghilang Rasa Sakit
Obat over-the-counter (OTC) atau penghilang rasa sakit dapat mengurangi beberapa gejala fisik PMS, seperti nyeri payudara, sakit kepala, sakit punggung, atau kram. Obat (yang dijual) bebas dan bekerja dengan baik mengatasi gejala-gejala ini antara lain aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, Midol Cremp), dan naproxen (Aleve).
7. Pengobatan Hormon
Pil KB mencegah ovulasi dengan mengatur hormon. Efek dari pil ini biasanya bisa mengurangi gejala PMS. Terapi hormon lainnya adalah GnRH agonis Lupron atau nafarelin atau steroid sintetis seperti danazol.   Anda mungkin perlu mencoba lebih dari satu jenis sebelum Anda menemukan yang cocok.

 8. Pengobatan lainnya
Antidepresan dapat membantu wanita dengan perubahan suasana hati yang parah atau PMDD. Obat yang paling umum digunakan dikenal sebagai SSRI. Namun, jenis lain dari antidepresan sering diresepkan untuk mengobati PMDD.   Beberapa antidepresan dapat diminum selama 10 - 14 hari sebelum haid atau selama siklus menstruasi. Beberapa antidepresan yang bisa diresepkan untuk mengobati PMS ialah fluoxetine (Prozac, Sarafem), paroxetine HCI (Paxil CR), sertraline (Zoloft), nefazodone (Serzone), clomipramine (Anafranil). Atau obat antikecemasan lain (Xanax, BuSpar) dan diuretik (HCTZ, Aldactone).
9. Suplemen
Studi menunjukkan, vitamin dan suplemen mineral berikut ini dapat mengurangi gejala PMS. Yakni, asam folat (400 mcg), magnesium (400 mg), vitamin E (400 IU), Kalsium (1.000 - 1.300 mg), dan Vitamin B6 (50 mg sampai 100 mg).
10. Herbal Ekstrak
Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa pengobata herbal baik untuk mengatasi PMS. Periksakan ke dokter sebelum mengkonsumsi ramuan herbal. Ditakutkan, herbal ini mungkin berinteraksi dengan obat-obatan yang Anda konsumsi untuk mengatasi kondisi kronis atau penyakit tertentu.  
Ester Sondang

Kamis, 14 April 2016

7 Cara Menghilangkan Rasa Bosan
cumibunting.com/7-cara-menghilangkan-rasa-bosan/#

7 Cara Menghilangkan Rasa Bosan

Pernahkah kamu merasa malas untuk melakukan segala hal? Bagaimana cara menghilangkan rasa bosan tersebut? Rasa bosan timbul karena kamu melakukan kegiatan yang monoton dan diulang ulang setiap harinya. Tidak ada variasi dalam kegiatan sehari, yang dilakukan selalu itu itu dan itu. Bagaimana tidak bosan. Jika kamu sudah berada titik puncak kebosanan maka kamu akan malas untuk melakukan segala hal alias mager.
Lantas bagaimana cara mengatasi rasa bosan tersebut? Cumibunting punya segudang tips buat kamu yang perlu variasi dalam kegiatanmu.

1.      Sesekali Ngobrol Dengan Teman

Buat kamu yang selalu hanya melakukan kegiatan kuliah, pulang, buka laptop, mengerjakan tugas, tidur, makan, mandi, berangkat kuliah lagi, sesekali keluar lah bersama teman teman mu sekedar untuk mengobrol, melepas penat dalam perkuliahan, saling sharing tentang kehidupan masing – masing (yang patut disharing).
Pergi bersama teman dan mengobrol bukan maksud untuk membuang waktumu dengan sia sia. Jika terlalu sering mungkin jawabannya iya. Untuk menghindari obrolan yang “sia=sia” buat lah pembicaraan yang bermanfaat.
Perlu diketahui, manusia itu adalah makhluk sosial. Mau bagaimanapun kamu tidak dapat hidup sendiri, kamu butuh pertolongan orang dan orang membutuhkan pertolongan kamu. Salah satunya ya ini, mengobrol bersama teman. Dengan kamu chit chat ketawa bareng bersama temanmu secara tidak langsung bisa merefresh otakmu yang sudah jenuh dengan rutinitasmu sehari hari. Cobalah kawan!

2.      Olahraga Secara Teratur

Tidak pernah olahraga bisa menyebabkan badanmu lemas dan malas untuk ngapa ngapain alias bosan. Untuk gerak saja males, paling banter ya tiduran di kosan sambil maenan HP. Produktif ngga menurutmu? Jikalau kegiatan tersebut di-convert ke kegiatan yang lebih bermanfaat mungkin hidupmu jauh lebih berwarna.
Kamu yang jarang olahraga sebaiknya mulai dari sekarang melakukan aktivitas olahraga. Sekedar lari di pagi hari mengitari kampus maupun di sore hari bisa lah ya. Kegiatan olahraga ini cobalah untuk dirutinkan, seminggu sekali atau seminggu 3 kali itu juga sudah cukup.
Olahraga dapat melancarkan peredaran darahmu sehingga membuat otakmu fresh untuk melakukan kegiatan lain dan tidak lesu.

3.      Mengganti Posisi Belajar Atau Bekerja

mengatasi rasa bosan
Bosan juga bisa terjadi kepada kamu yang sudah jenuh dengan posisi meja belajar atau meja kerja yang itu itu saja. Agar terdapat variasi cobalah sesekali mengganti tata letaknya. Fungsinya adalah agar suasana kerja atau belajar berbeda dari biasanya sehingga dapat meningkatkan kinerja kamu.

4.      Mengubah Suasana Kamar

Sesekali mengubah suasana kamar memang perlu. Apakah kamu tidak bosan dengan posisi seperti itu itu saja? Agar kamu tidak cepat bosan, setiap sebulan sekali bisa kamu atur ulang suasana kamarmu. Selain dapat meningkatkan kinerjamu, juga menambah rasa nyaman atau bahkan kamu bisa menemukan suasana yang pas.

5.      Travelling

Buat kamu yang bosan akut, sebaiknya kamu istirahat sejenak dengan berlibur ke suatu tempat atau istiliah kerennya travelling. Travelling ke tempat tempat yang kamu senangi seperti gunung, pantai, atau tempat bersejarah bisa memunculkan ide ide yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Ide ide yang dapat mengubah polamu kegiatanmu menjadi lebih menarik. Sangat disarankan untuk tidak mengunjungi tempat keramaian seperti mall, tempat nongkrong. Cobalah sesekali melihat alam sekitarmu yang begitu indah.

6.      Kuliner

Bagi kamu yang doyan makan, cobalah kuliner ke tempat tempat yang memang belum pernah kamu kunjungi. Hal ini untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa bosan yang sedang kamu alami. Penat, capek, males, dan bosan akan hilang ketika kamu menemukan sesuatu yang baru dan menarik. Jika kamu suka kuliner soto, carilah tempat makan soto yang belum pernah kamu kunjungi.
Tidak ada salahnya untuk mencoba kuliner yang baru, selain menambah wawasan dan pengalaman bisa jadi menambah daftar referensi kuliner kamu.

7.      Menyendiri sejenak

Menyendiri terkadang memang perlu. Mengapa? Karena akan membuatmu sejenak berpikir mengapa kamu bisa bosan, apa yang harus kamu lakukan, apa yang salah dari rutinitasmu. Hal ini bisa jadi sekaligus instropeksi terhadap dirimu sendiri. Menyendiri bukan berarti untuk melamunkan sesuatu, tetapi kamu memang butuh waktu untuk sendiri.